Bantu jual tanah warisan #2
Beberapa waktu yang lalu keluarga ibu saya telah melakukan pembagian tanah warisan dari kakek dan nenek saya karena beliau berdua sudah meninggal dunia, dan sempat terjadi perselisihan saat menentukan bagian tanah warisan yang akan diberikan, dan pada akhirnya dibisa diselesaikan secara baik-baik. Yang menjadi permasalahan berasal dari satu petak sawah yang lokasi sangat staregis yang berada didepan jalan raya, yang ditaksir memiliki harga jual yang paling tinggi dibanding tanah warisan yang lainya. Pada awalnya tanah tersebut diakui oleh adik laki-laki ibu saya sebagai warisan untuk dia. Namun ibu dan adik perempuannya tidak terima dengan hal itu karena dirasa terlalu banyak nilai yang diterima oleh adik laki-laki ibu. Dan setelah perselisihan yang cukup panjang dan agak panas akhirnya mereka bertiga setuju membagi tanah untuk tigak ahli waris secara adil.
Agar lebih mudah dalam pembagian ketiganya setuju untuk menjual tanah tersebut dan membaginya secara adil. Semua keluarga berusaha untuk menawarkan tanah tersebut agar segera laku, dan saya juga mencoba membantu untuk menjual tanah tersebut, dan memasang banner di depan sawah, yang entah kenapa sudah dua kali memasang selalu hilang. Dan saya juga mencoba memasang iklan di website iklan dan sosial media. Sudah beberapa bulan menawarkan tanah tersebut namun belum ada hasilnya.
Saya awalnya menawarkan harga tanah tersebut dengan harga yang cukup tinggi, karena memang posisi nya ada di jalan raya dan letaknya cukup strategis, namu kendalanya adalah lebar mukanya hanya 6,5 meter dan panjang kebelakang nya 90meter, mungkin itu salah satu faktor yang membuat sulit untuk laku. Saya pun mulai menurunkan harga yang ditawarkann agar segera laku. Dan pernah ada saudara jauh yang mau membeli dengan harga 1.5juta per meter persegi nya, namun karena ada suatu hal dia mengurungkan niat nya untuk membeli. Pada waktu itu penawaran harga 1.5juta per meter persegi dirasa terlalu murah.
Tadi pagi saya sempat dihubungi oleh seorang makelar tanah, yang dulu ikut dalam proses pembelian tanah yang saya lakukan, yang katanya kemarin datang kerumah mememui bapak saya untuk menawarkan tanah. Namun bapak saya bilang kalo gak lagi mau beli tanah, karena memang sedang tidak ada uang nya juga dan bapak saya malah bilang kami juga sedang menjual tanah. Makelar tanah tersebut pun berminat untuk ikut menjual tanah yang sedang berusaha kami jual tersebut. Orang tersebut menghubungi saya untuk menanyakan mengenai tanah yang dijual tersebut, kemudian saya langsung tunjukan iklan yang saya pasang untuk menunjukan keterangan dan harga tanah yang dijual. Saya memasang harga 1.8 juta permeter persegi, dan seetelah orang itu melihat iklan yang saya pasang saya langsung ditelepon kemudian memberi tahu saya tentang harga pasaran dari tanah yang sedang kami jual, yang mana itu membuat saya cukup terkejut ,shock lebih tepat nya. Dia mengatakan harga pasaran untuk tanah seperti itu adalah 400rb per meter persegi, dan dia mengaku telah selesai menjualkan tanah yang ada dideretan jalan yang sama dengan posisi , luas , dan lebar muka yang sama. Hmm sangat kebetulan sekali. Saya juga mulai berpikir dia datang kerumah tidak benar-benar hanya bermaksud menawarkan tanah, tapi karena ingin ikut campur dalam penjualan tanah kami. Mungkin awalnya dia ingin menghasut orang tua saya untuk menjual tanahnya dengan harga murah, namun itu tidak akan berhasil, karena orang tua menyerahkan urusan penjualan tanah ini kepada saya.
Namun saya tidak berputus arang, saya mengecek harga tanah yang diiklankan di daerah sana, dan saya melihat beberapa iklan yang memiliki lebar muka yang hampir sama menawarkan dengan harga 1.5 juta sampai 1.8 juta permeter persegi. Saya pun segera menyampaikan hal tersebut kepada ibu , dan kami tetap berpendirian untuk menjual di harga yang masih relevan seperti lainnya.
Kami akan melupakan saran yang diberikan makelar tersebut untuk menjual dengan harga murah, karena kami merasa itu adalah harga yang tidak masuk akal, meskipun dia sendiri bilang kalo dia gak mungkin berbehong, apalagi pada bulan puasa seperti ini.
Tetap berusaha pasang iklan, salam hangat dari sahabat.

Komentar
Posting Komentar